Friday, 21 June 2013

Resident Evil: Apocalypse




Sutradara       : Alexander Witt
Produser        : Paul Anderson
  Jeremy Bolt
  Don Carmody
Penulis            : Paul Anderson
Durasi             : 98 Menit
Pemeran         :
·         Milla Jovovich sebagai Alice
·         Sienna Guillory sebagai Jill Valentine
·         Oded Fehr sebagai Carlos Olivera
·         Mike Epps sebagai L.J.
·         Thomas Kretschmann sebagai Jenderal Cain
·         Sophie Vavasseur sebagai Angie Ashford
·         Jared Harris sebagai Dr. Ashford
·         Zack Ward sebagai Nicholai Ginovaef
·         Iain Glen sebagai Dr. Issac
·         Raz Adoti sebagai Sersan Peyton Wells
·         Sandrine Holt sebagai Terri Morales
·         Eric Mabius sebagai Matthew Addison (kilas balik)
·         Matthew G. Taylor sebagai Nemesis





Ringkasan Cerita

Cerita dimulai saat pihak Umbrella Corporation dibawah pimpinan Jendral Cain membuka kembali The Hive yang sempat ditutup akibat kontaminasi virus-T. Tanpa diduga, virus-T sudah menjangkiti semua yang ada di The Hive sehingga tidak menyisakan apapun. Akhirnya ketika The Hive dibuka, semua virus yang ada disana (bersama semua zombie dan monsternya) langsung keluar dan menginfeksi seisi Kota Rakun.
Beberapa orang penting Umbrella seperti Dr. Ashford dan anaknya Angie Ashford langsung diungsikan oleh pihak Umbrella. Ketika dalam perjalanan, mobil yang membawa Angie Ashford dari sekolah mengalami kecelakaan, dan Angie secara mengejutkan selamat. Dia pun kembali ke sekolahnya untuk bersembunyi.
Sementara itu, Jill Valentine yang diskors akibat penelitian anehnya tentang zombie di pengunungan Arklay, secara tiba-tiba kembali ke kantor polisi dan menembak semua zombie yang ada. Dan ia menyuruh semua yang ada di kantor polisi untuk meninggalkan kota karena kota sudah terkontaminasi virus-T.
Di tempat lain, Alice ‘dibangunkan’ dari tidurnya oleh Jendral Cain. Begitu Alice bangun dan keluar dari rumah sakit, dia terkejut saat mengetahui kota sudah porak-poranda.
Malam harinya, seluruh penduduk kota mencoba meninggalkan Kota Rakun. Salah seorang di antara mereka tampak sudah terinfeksi dan mengigit Sersan Peyton. Atas kejadian itu, Jendral Cain menutup pintu keluar kota dan menyuruh semua warga untuk kembali ke rumah masing-masing. Saat itu, Jill bersama Peyton bertemu dengan seorang reporter bernama Terri Morales. Dan mereka mengungsi ke sebuah gereja. Di dalam gereja mereka bertemu dengan seorang pria dan tampak beberapa monster juga sudah masuk kedalam gereja. Saat Jill dan Peyton kehabisan peluru, datanglah Alice dan membunuh semua monster tersebut.
Di lain tempat, L.J. mencoba bertahan dengan caranya sendiri. Dia menemukan beberapa anggota S.T.A.R.S yang masih bertahan. Namun di laboratorium lapangan, Jendral Cain mengaktifkan projeknya yang lain, yaitu Nemesis atau yang sebelumnya dikenal dengan nama Matt Addison. Nemesis lalu menghabisi semua anggota S.T.A.R.S yang tersisa kecuali L.J.
Sementara di jalanan utama Kota Rakun, Carlos Olivera bersama temannya Nicholai Ginovaef dihubungi oleh Dr. Ashford untuk mencari anaknya Angie. Dan mereka mencarinya ke sekolah.
Di lain tempat, Alice dan Jill juga mendapat tugas serupa, namun dengan iming-iming keluar dari kota Rakun sebelum dihancurkan oleh bom nuklir. Di tengah jalan, Nemesis menemukan mereka dan membunuh Peyton. Jill bersama Terri lari, sementara Alice menghadapi Nemesis sendirian.
Jill kemudian memakai mobil bersama Terri dan pergi ke sekolah Angie. Di tengah jalan mereka bertemu L.J. dan mengajak dia bergabung untuk mencari anak itu. Setibanya di sekolah, mereka berpencar. Nahas bagi Terri sebab dia malah menjadi santapan yang lezat untuk para zombie kecil. Sementara L.J. nyaris digigit zombie sebelum akhirnya diselamatkan Carlos.
Sementara itu Jill akhirnya dapat menemukan Angie. Dan mereka bertemu Nicholai. Nicholai akhirnya tewas saat mencoba mengendalikan anjing mutan, sambil menyuruh Angie dan Jill pergi.
Jill dan Angie tampaknya juga akan menjadi korban anjing mutan selanjutnya jika tidak datang pertolongan Alice. Alice yang saat itu sedang merokok langsung melempar puntungnya setelah melihat Jill menyalakan gas kompor dan lari. Setelah ledakan, semua tokoh utama film ini bertemu. Namun Carlos sudah tampak kesakitan dan muntah setelah sempat digigit. Akhinya sambil pergi menuju helikopter dengan mobil, Alice mengobati Carlos dengan vaksin dan menjelaskan pada semuanya bahwa kejadian yang menimpa Kota Rakun ini adalah akibat ulah Umbrella Corporation.
Ketika mereka mendekati helikopter, Jendral Cain tampaknya sudah siap untuk menyambut proyeknya, Alice. Semua anggota tim tersebut ditangkap kecuali Alice. Cain lalu menyuruh agar Alice berkelahi dengan Nemesis. Namun Alice menolak karena tahu Nemesis itu adalah Matt Addison, mantan sahabatnya ketika masih berwujud manusia.
Kemudian Carlos dan Jill berhasil melepaskan diri dan bertarung melawan prajurit Umbrella, demikian juga dengan Alice. Alice selamat karena Nemesis (Matt Addison) berhasil mendapatkan kembali ingatannya dan berbalik menyerang Cain. Akhirnya Cain ditangkap dan dimintai penjelasan. Namun Alice akhirnya melempar Cain ke tanah dari helikopter, dan Cain akhirnya tewas dimakan oleh para zombie.
Tak lama kemudian, Kota Rakun hancur oleh bom nuklir, dan heli yang membawa tim Alice jatuh di pegunungan Arklay. Alice tewas dan dibawa oleh Dr. Issacs ke lab milik Umbrella. Sementara Jill dan Carlos entah ke mana.
Dua minggu kemudian, Alice dihidupkan kembali oleh Dr. Issac dan ditanya seputar hal-hal sederhana karena pikirannya yang lama sudah lenyap. Tanpa diduga oleh Dr. Issac, Alice mempu mengingat pengalamannya, dan akhirnya melawan Dr. Issac dan timnya.
Alice kemudian kabur dan dibawa oleh Jill, Carlos, L.J., dan Angie Ashford. Dan pada akhirnya mereka pergi entah kemana, dan film ini pun berakhir dengan gambar satelit milik Umbrella Corporation.

Saturday, 8 June 2013

Tugas Kelompok " Musikalisasi Puisi (tentang Ayah) "



Lagunya ( Ada Band feat Gita Gutawa - Yang terbaik Bagimu )
Teringat masa kecilku kau peluk dan kau manja 
Indahnya saat itu buatku melambung 
Disisimu terngiang hangat napas segar harum tubuhmu 
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu 

Kau inginku menjadi yang terbaik bagimu 
Patuhi perintahmu jauhkan godaan 
Yang mungkin ku lakukan dalam waktu ku beranjak dewasa 
Jangan sampai membuatku terbelenggu jatuh dan terinjak 

Reff: 
Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya 
Ku terus berjanji tak kan khianati pintanya 
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu 
Kan ku buktikan ku mampu penuh maumu 

Andaikan detik itu kan bergulir kembali 
Ku rindukan suasana basuh jiwaku 
Membahagiakan aku yang haus akan kasih dan sayangmu 
Tuk wujudkan segala sesuatu yang pernah terlewati

PUISI
Kasihmu. . . Sayangmu. . .
Selalu kau berikan padaku
Kau banting tulang – Kau peras keringatmu
Namun kau selalu berusaha tersenyum di depanku
Walaupun ku sering mendurhakaimu
Kau tak pernah berhenti memberi semua itu
Kau tak pernah sedikitpun meminta balasan dariku
Karena ku tau, kau melakukan itu semua hanya karena ingin membuatku bahagia
Kau cahaya hidupku
Kau pelita dalam setiap langkahku
Maafkan. . .
Bila aku belum bisa membalas semua kebaikan yang telah kau berikan untukku
Tetapi aku berjanji kan selalu berusaha dan berdo’a semampuku
Untuk kebahagiaanmu di masa tuamu nanti
Agar kau selalu  tersenyum bahagia
Walaupun apa yang kuberi
Tidak sebedar apa yang kau terima selama ini

Makna :
Kita harus menghormati ayah, karena dia sudah bersusah payah bekerja keras hanya untuk membahagiakan keluarganya termasuk anak yang di cintainya. Walaupun ada salah satu hadits menyebutkan “ Pertama, hormati ibumu. Kedua, hormati ibumu. Ketiga, hormati ibumu. Barulah yang ke-empat hormati ayahmu”
Sebenarnya peran di keduanya tidak boleh di bedakan, keduanya adalah orang yang menyayangi dan mencintai kita dengan tulus. Keduanya juga yang telah merawat kita. Jadi makna dari puisi dan lagu ini adalah hormati ayahmu karena itu sudah termasuk bahwa kita sudah bisa menghormati diri sendiri. Dan satu hal lagi ayah adalah orang yang mendidik untuk bisa menjadi seorang pribadi yang baik.


Pesan Moral :
Pesan Moral dari Puisi dan lirik lagu di atas kita harus bisa menghargai dan menghormati orang tua kita.

Wednesday, 8 May 2013

RITUAL SEKATEN SURAKARTA


KEBUDAYAAN RITUAL SEKATEN SURAKARTA


Sekaten SOLO Bersamaan dengan mulai ditabuhnya gamelan pusaka di bangsal Pradangga Masjid Agung Solo, ratusan orang di kompleks masjid yang sebagian besar kaum perempuan, serta merta mengunyah kinang. Seperangkat kinang yang terdiri dari sejumput tembakau, satu buah kembang kantil dan beberapa helai daun sirih ini jika dikunyah pada saat gamelan pusaka ditabuh, diyakini akan membawa berkah kesehatan, awet muda dan kelancaran rejeki. Oleh karenanya, pada hari gamelan ditabuh pertama kali, para penjual kinang berdatangan dan menggelar dagangannya di pelataran kompleks masjid Agung. Satu perangkat kinang yang dimasukkan dalam wadah berupa conthong (kerucut) dari daun pisang, kini dijual seharga 500 rupiah.
Selain tradisi nginang, sebagian besar warga juga punya kepercayaan bahwa pecut (cambuk) yang dibeli saat itu dapat membuat hewan-hewan ternak mereka lebih produktif. Sehingga selain penjual kinang, para penjual pecut juga memenuhi kompleks pelataran masjid Agung. Karena adanya kepercayaan ini serta demi kemudahan pengaturan dan tetap terjaganya kerapian masjid, pihak keraton membuat peraturan bahwa pedagang yang boleh berjualan di dalam kompleks masjid hanya pedagang kinang, pecut , 4 macam makanan tradisional khas sekaten yakni cabuk rambak, wedang ronde, telor asin dan nasi liwet serta mainan tradisional gangsingan.
Tabuhan gamelan pusaka menandai dimulainya perayaan maleman sekaten Solo 2007. Gamelan yang ditabuh adalah Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari dengan gending utama Rambu dan Rangkur. Tabuhan gamelan sekaten ini konon adalah kreasi wali sanga pada sekitar abad ke 15, untuk menarik perhatian warga dan melakukan syiar Islam. Karena ditujukan untuk menarik perhatian, gamelan yang dibuat pada jaman kerajaan Majapahit ini oleh wali sanga dirombak menjadi lebih besar dari ukuran gamelan biasa agar suara yang dihasilkan bisa terdengar sampai jauh.

Maleman Sekaten sendiri oleh wali sanga ditujukan untuk mengenalkan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW kepada para warga, sebagai awal untuk mengenalkan agama Islam. Sekaten berasal dari kata Syahadatain (dua kalimat syahadat tanda KeIslaman). Kalimat Syahadat pertama yang menyatakan kepercayaan kepada ke-Esa-an Tuhan (Asyhadu an laa Illaaha Ilallah) disimbolkan dengan Kyai Guntur Madu, sedangkan kalimat kedua yang mengakui kenabian Rasulullah Muhammad SAW (wa Asyhadu anna Muhammaddarrasulullah) dilambangkan dengan Kyai Guntur Sari. Sebelum gamelan ditabuh, para wali biasanya memberi pencerahan tentang Islam kepada para warga yang telah berdatangan. Dan hasilnya tidak sedikit orang-orang yang langsung bisa mengucapkan kalimat syahadat begitu gamelan mulai mengalunkan gending. Syiar tentang keIslaman ini terus dilakukan selama Maleman Sekaten digelar selama 7 hari. Oleh karenanya, gamelan pusaka juga terus dimainkan selama itu.
Kini, selain tetap memelihara syiar Islam, Maleman Sekaten juga ditujukan untuk kepentingan ekonomi dan pariwisata. Rangkaian ritual adat sekaten atau lebih dikenal sebagai Grebeg Maulud tetap dipelihara dengan baik sebagai tradisi leluhur juga sebagai acara untuk menarik para wisatawan. Sementara Maleman sekaten diperpanjang menjadi satu bulan untuk memberi keuntungan ekonomi bagi para pedagang dan masyarakat sekitar.
Rangkaian ritual adat Grebeg Maulud secara lengkap adalah :
1. Tabuhan Gamelan Pusaka Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari.
Memboyong gamelan pusaka dari keraton ke Masjid Agung Solo kemudian menabuh gending Rambu dan Rangkur sebagai prosesi Pembuka Maleman Sekaten. Ritual ini dilakukan pada tanggal 5 Mulud (Tahun Jawa). Kedua gamelan terus ditabuh hingga menjelang pelaksanaan Grebeg Gunungan Sekaten tujuh hari kemudian.
2. Jamasan Meriam Pusaka Kyai Setomi
Menjamasi (membersihkan) meriam pusaka yang terletak di Bangsal Witono, sitihinggil utara Keraton Kasunanan Surakarta. Dilakukan 2 hari sebelum Grebeg Gunungan Sekaten.
3. Pengembalian Gamelan Pusaka ke dalam Keraton.
Pagi hari sebelum pemberian sedekah Raja, para abdi dalem keraton memboyong kembali gamelan pusaka dari Masjid Agung.. Gamelan Kyai Guntur Madu langsung dimasukkan ke dalam ruang pusaka, sedangkan Kyai Guntur Sari dibawa ke depan Sasana Sewaka. Kyai Guntur Sari akan dibawa dan ditabuh kembali untuk mengiringi Hajad Dalem Gunungan Sekaten ke Masjid Agung
4. Pemberian sedekah Raja berupa gunungan di Masjid Agung
Raja Sinuhun Pakoeboewono memberikan sedekah kepada rakyatnya berupa makanan tradisional dan hasil bumi yang disusun dalam bentuk gunungan jaler (laki-laki) dan estri (perempuan). Gunungan ini akan diarak menuju Masjid Agung diiringi oleh seluruh sentana dan abdi dalem, para prajurit serta gamelan Kyai Guntur Sari yang dimainkan sambil berjalan. Gunungan ini akan didoakan oleh ulama Keraton di masjid Agung kemudian dibagikan kepada seluruh warga. Grebeg Gunungan digelar bersamaan dengan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yakni tanggal 12 Mulud (Tahun Jawa).

Filosofi dari Sekaten Surakarta


SALAH satu budaya tradisional yang hingga saat ini tetap dipertahankan adalah Upacara Tradisi Sekaten di Keraton Kasunanan Surakarta. Pada dasarnya upacara tradisi ini merupakan upacara memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW. Perayaan Sekaten ini diadakan setiap 12 Mulud atau 12 Rabiul Awal. Pada zaman dahulu orang Jawa menyukai gamelan, melihat hal itu setiapt hari raya Islam di dalam masjid diadakan penabuhan gamelan agar orang-orang menjadi tertarik.
Ternyata banyak orang datang ke masjid untuk mendengarkan sepasang gamelan Sekaten yang diberi nama Kiai Guntur Madu dan Kiai Guntur Sari. Gamelan Kiai Guntur Madu, berada di sebelah selatan yang melambangkan syahadat tauhid. Kiai Guntur Madu merupakan peninggalan Pakubuwana IV, yaitu tahun 1718 Saka yang ditandai dengan sengkalan Naga Raja Nitih Tunggal. Sedangkan Gamelan Kiai Guntur Sari, berada di sebelah utara dan melambangkan syahadat Rosul. Kiai Guntur Sari merupakan peninggalan Sultan Agung Hanyokusumo pada tahun 1566. Menurut GPH Puger, salah satu putra Paku Buwana XII menjelaskan, Asal mula Sekaten dimulai pada zaman Demak, zaman mulainya kerajaan Islam di tanah Jawa.
“ Sekaten diadakan sebagai salah satu upaya dalam menyiarkan agama Islam. Karena orang Jawa pada saat itu suka dengan gamelan, maka pada hari raya Islam yaitu hari lahirnya Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung dipukul gamelan agar masyarakar bedatangan di halaman masjid untuk mendengarkan syiar agama Islam” ujarnya.
Puger menambahkan puncak Sekaten tepat tanggal 12 Rabiul Awal ditandai dengan Gerebeg yaitu upacara selamatan dengan dikeluarkannya gunungan dari keraton. Dari sinilah raja mengeluarkan sepasang gunungan yakni gunungan kakung dan gunungan putri putri yang bermakna keselamatan dan pembawa berkah. Menurut kepercayaan masyarakat, barang siapa yang memakan sirih tepat pada saat gamelan Sekaten berbunyi untuk pertama kalinya akan awet muda sehingga banyak orang yang berjualan sirih pada perayaan sekaten.
Namun G.P.H. Puger menanggapi mitos tersebut dengan pemikiran yang logis. Diungkapkannya bahwa pernyataan mitos yang sangat dipercaya masyarakat tersebut menandakan pada zaman dahulu sudah dikenal adanya ilmu kesehatan.
“ Terbukti bahwa masyarakat dianjurkan makan sirih yang mempunyai banyak fungsi untuk kesehatan tubuh karena kandungan sirih tersebut dapat mengobati berbagai macam penyakit, menyehatkan gigi, berfungsi dalam pencernaan, dan menyegarkan badan. “ terang Puger lagi. Saat Sekaten halaman Masjid Agung Surakarta dipenuhi oleh penjual yang ikut meramaikan perayaan Sekaten itu, seperti pedagang makanan seperti, mie ayam, telur asin, jenang, sirih termasuk beragam mainan seperti pecut dan mainan anakanak. Bila perayaan Sekaten jatuh pada hari Jumat, gamelan tidak dibunyikan mulai Maghrib sampai siang, karena hari Jumat merupakan hari mulia bagi orang Islam.
Gamelan tersebut berhenti pada waktu-waktu sholat karena memberikan kesempatan kepada penabuh gamelan maupun bagi masyarakat yang mendengarkannya untuk menjalankan kewajiban sholat sehingga fungsi perayaan Sekaten sebagai syiar Islam tetap terpelihara.